samsunisarman' KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta - Parigal Samsuni
Headlines News :
Home » » KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta

KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta

Written By samsuni sarman on Senin, 24 Agustus 2015 | 20.14

KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta
Selfi di Depan Gedung Teater Kecil TIM Jakarta
Teater Kecil di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta siang itu cukup hangat menyambut kedatanganku - ada Ledya dari DKJ yang menghampiri dan mengucapkan selamat datang. Karena, belum waktunya acara lantas aku makan di Pondok Pinus kawasan TIM yaitu kuliner sop ikan laut dan segelas es cincau dengan harga cukup murah. Aku mulai terbiasa dengan cuaca panas, walau ketika menapak udara kota Jakarta terlihat 'kabut merah' bergantung - mungkin karena ada asap penggusuran di Kampung Pulo atau gerah para menteri kabinet yang disulut api debat kebijakan pemerintah. Entah, yang jelas usai makan, aku sempat menyapa Jose Rizal Manua di gerai buku dan berbincang masa kejayaan teater, lalu kembali ke Gedung Teater Kecil disambut akrab Zaeni Boli dan Dyah Kencono Puspito Dewi selaku panitia Road Show ke 32 PMK di TIM Jakarta. Terserak berbagai instalasi seni yang bertema 'satu hati untuk negeri' menolak korupsi di lobby - ada potret pidana koruptor, ada sumpah serapah untuk koruptor, ada segelas darah segar sarapan pagi koruptor, dan seutas tali besar untuk menggantung kepala para koruptor, selain itu ada gelar buku puisi, cinderamata, hingga batu akik. Saat sore tiba, mulai berdatangan sahabat penyair PMK dari berbagai pelosok nusantara - ada yang sudah kukenal akrab - ada pula yang harus kucari dengan mengamati buku tamu. Aku hampir tak duduk lagi, sesekali harus berdiri dan mengejar sahabat PMK yang datang - malah sebuah kejutan - sahabat yang dikenal hanya lewat status FB juga saling sapa dan cipika-cipiki akrab. Tercatat 70 lebih penyair yang datang sore ini, bukan saja member PMK tetapi juga penyair dari komunitas lain sebagai tamu kebanggaan.

KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta
Wellcome TIM pembacaan puisi sahabat PMK dari nusantara lobby Teater Kecil
Pukul 16.00 wita, acara wellcome drink digelar Zaeni Boli dengan menampilkan musikalisasi puisi dari 'komunitas kali malang' pimpinan Ane Matahari mendendangkan lagu-lagu penolakan korupsi. Tak sabar, sahabat penyair PMK juga mengisi acara dengan membacakan puisi - termasuk aku dengan iringan gitar maestro Ane Matahari kubaca penuh semangat puisi 'memo penyair untuk wakil rakyat' ah betapa senang kesempatan pertama di TIM ini kunikmati. Silih berganti sahabat PMK tampil di lobby TIM dengan segala 'kemurkaan' kepada para koruptor dan 'kebencian' terhadap sistem yang masih melegalkan gairah koruptor menerabas uang rakyat. Waktu pun belum cukup - ketika jeda istirahat dimanfaatkan dengan penuh kegembiraan untuk senda gurau dan foto bersama di halaman TIM - duh keakraban satu hati menjadi silaturahmi bersahaja. 

Pukul 18.00 wita sajian makan kuliner khas betawi disediakan panitia dengan buah jeruk manis - sejarah kesusastraan Indonesia pun tercatat di TIM malam ini (Jumat 21/8) ketika gelar Road Show PMK ke 32 disajikan dalam format bersahaja dengan didukung ratusan penyair dari pelosok nusantara. Gerakan moral yang menggalang kebersamaan untuk menolak korupsi kembali bersahutan positif - ada lembaga resmi KPK, ada Dewan Kesenian Jakarta, ada Pusat Kesenian Jakarta - juga komunitas 'sastra kali malang' yang menjadi koordinatornya. Ya, inilah gerakan nirlaba dengan sejuta kata untuk satu hati menolak korupsi. 
KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta
Orasi Budaya pidato KPK dan DKJ serta penampilan penyair PMKdi Teater Kecil TIM
Malam itu bertambah gairah, ketika KPK memberikan kata sambutan dukungan atas kebersamaan menolak korupsi, dan yang paling seru adalah orasi kebudayaan dari Maman S Mahayana dengan tema 'membangun generasi tanpa korupsi' yang disambut meriah dan bangga oleh penyair PMK serta usulan agar penyair PMK membuat slogan anti korupsi yang dapat mempermalukan sang koruptor. Panggung pun bertebaran dengan sahabat penyair yang membacakan puisi, seperti Aloysius Slamet Widodo,  Euis Herni Ismail, Wardjito Soeharso, Heru Mugiarso, Imam Subagyo, Sosiawan Leak dll - begitu pula komunitas penyair PMK dari Lubuk Linggau pimpinan RD Kedum menggelar dramatik puisi 'mantra roh' yang mempesona penonton di Gedung Teater Kecil TIM ini. Semua penyair tampil di panggung dan secara simbolis menyerahkan buku antologi PMK 4 kepada perwakilan KPK, Komisi Sastra, DKJ dan Kemitraan sebagai prasasti kenangan tak terlupakan. Malam ini, penyair PMK dari berbagai daerah di nusantara mendapat tempat tidur di Anjungan Sumatera Utara kawasan TMII Jakarta. Inilah sejujurnya yang membuat betah dan selalu bergairah para penyair PMK jika mengadakan road show, tidur lesehan dalam ruang yang besar dan nyaman.

KABUT MERAH - Road Show PMK ke 32 di TIM Jakarta
Sebagian Penyair PMK dari berbagai daerah di TIM Jakarta

Share this article :

6 komentar:

Popular Posts

Coment

Site Map

Loading...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Jhonny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Parigal Samsuni - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template